masalah bertimbun, negarawan menghilang [hilang pemimpin hilang negeri]

selain korupsi, isu perusahaan migas asing mengemplang pajak juga mencuat saat ini. katanya ada 14 perusahaan asing yang diduga menghindari pajak triliunan rupiah. lantas, bbm subsidi masih terkatungkatung, entah apa kriteria yang akan dipakai dari berbagai opsi silih berganti. pendidikan mahal saat tahun ajaran baru dimulai dan lulusan SLTA mendaftar masuk kuliah. perguruan tinggi lebih menerima orang yang mampu. tentu banyak bakat tak terjaring di negeri ini, khususnya di dunia akademik. biar saja, kuliah bukan hanya tempat keberhasilan dan dunia produktif.

yah, kembali ke heboh korupsi.akibat melarutkan masalah dan penuh ketidaktegasan api yang kecil kini sudah membesar, susah dipadamkan. apalagi tidak ada air yang bisa memadamkannya kecuali harus memasang badan menyerahkan masalah ke pengadilan.

saya tak mau terjebak dengan silang kata antara kelompok terlibat dan tak peduli tentang kontroversi dalam heboh korupsi, contohnya apa yang terjadi pada satu partai. dan partai-partai di indonesia hampir semuanya berkasus korupsi, meski eskalasi berbeda.

artinya negeri ini punya politisi buruk dibanding zaman 1950-1960an. di zaman soeharto sebenarnya korupsi juga banyak, tapi tidak ada yang diadili, jadi seperti aman-aman saja.

sangat memalukan saat ini bagaimana janji reformasi untuk gerakan anti korupsi dikhianati oleh mereka yang mewakili rakyat, termasuk yang jadi pengemban amanat di republik ini. pengadilan, lembaga dan undang-undang antikorupsi dibuat pasca reformasi, namun angka korupsi tak turun-turun. politisi, pejabat, penegak hukum, swasta, ikut aktif dalam kegiatan korupsi.

para koruptor menipu rakyat yang memilih mereka, menjadi orang munafik dibandingkan dengan apa yang mereka katakan semasa kampanye pemilu.

entah kemana nanti aliran frustrasi publik melihat kenyataan uang negara maupun uang pajak rakyat dikorupsi oleh orang-orang yang seharusnya memerangi korupsi. sementara jalan-jalan di negeri ini banyak yang buruk berlobang, fasilitas dan infrastruktur di luar jawa masih jauh dari harapan. orangorang berjuang keras bisa menyekolahkan anakanak, nelayan berjuang bisa melaut. untuk berobat ke rumah sakit, perlu biaya mahal.

di china, baru saja dua pejabatnya dihukum mati karena terbukti korupsi. bagaimana dengan kita? berani?

begitulah, kepemimpinan melawan korupsi hilang. lokomotif menghadang kebobrokan moral bangsa mogok. tak jalanjalan. tak majumaju. banyak penumpang naik di kereta korupsi daripada memperkuat gerbong antikorupsi. dan waktu terus berjalan, entah publik sudah muak, atau jenuh dengan tak ada perubahan, masalah terus ditimbuntimbun. entahlah.

semoga masih banyak di negeri ini seperti hatta dan natsir yang lebih mementingkan bangsanya daripada kepentingan kelompok apalagi pribadi dan keluarga. semoga masih banyak yang waras dan tetap komit memerangi korupsi. chayo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.